MIWF Mencari 5 Penulis dari Kawasan Timur Indonesia

 Webp.net-resizeimage (1)

Seleksi penulis MIWF 2019 telah dibuka! Andakah yang kami cari?

Penulis adalah warga negara Indonesia berusia 17-35 tahun (silakan menyertakan fotokopi KTP)

Penulis berasal dari wilayah Kawasan Timur Indonesia meliputi propinsi di: Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, dan Kalimantan.

Menulis karya sastra berupa puisi, cerpen, novel, atau naskah drama dan skenario film.

Bentuk penerbitan karya berupa buku, kumpulan tulisan yang sudah pernah diterbitkan di media massa atau kumpulan naskah yang belum terbit.

Penulis yang karyanya sudah diterbitkan dalam bentuk buku dapat mengirimkan ke:
Makassar International Writers Festival (Panitia Penulis KTI)
Jalan Bontonompo No. 12A (Gunung Sari Baru), Makassar, Sulawesi Selatan 90223.
CP. Febri 0821-9335-5335

Penulis yang belum menerbitkan buku, dapat mengirimkan 25 puisi terbaik atau 5 cerpen terbaik, atau 1 novel, atau 2 naskah drama/skenario film.

Karya dikirimkan melalui email d/a: infoemergingwriters@gmail.com, dengan menuliskan subjek email: “Karya Penulis Indonesia Timur MIWF 2019”

Penulis melampirkan biodata diri disertai foto, nomor telepon dan email yang jelas. Mohon biodata diri dilengkapi jika mengikuti komunitas kesenian atau sastra. Apabila nama kepenulisan berbeda dengan nama asli maka harap juga mencantumkan nama asli.

Hasil karya dapat dikirim ke panitia MIWF mulai 6 Februari – 6 April 2019.
Nama 5 penulis yang terpilih akan diumumkan pada 6 Mei 2019 di media sosial resmi MIWF dan akan dihubungi melalui email dan telepon.
Bagi penulis terpilih yang berdomisili di luar Makassar akan ditanggung biaya transportasi dan akomodasi selama berlangsungnya MIWF 2019 dari tanggal 26 – 29 Juni 2019.

MIWF 2019

Webp.net-resizeimage

Pencil your calendar and plan your visit to Makassar. The 9th edition of Makassar International Writers Festival will be held on June 26 – 29, 2019. Soon we will share more exciting news and announcements.

#miwf2019 #junikemakassar

Kunjungan Flinders University

Pada tanggal 03 Februari 2019, diadakan sebuah workshop untuk mahasiswa
dan staf akademik dari Flinders University, Australia. Workshop ini bertujuan
memperkenalkan sejarah lokal dan sejarah kemaritiman dari orang Sulawesi
Selatan. Kegiatan ini dibagi kedalam tiga jenis kegiatan, yaitu workshop yang
dibawakan oleh Pak Agus Salim dan Pak Nurabdiansyah Ramli, pengenalan tentang
museum dan staf yang mengelola yang dibawakan oleh Ibu Nunu, dan yang terakhir
melukis dengan menggunakan tanah liat sebagai pengganti cat air yang dibawakan
oleh Pak Zaenal Beta.

WhatsApp Image 2019-02-03 at 12.37.17 PM(1)
Pengenalan tentang kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan oleh Pak Agus Salim

Workshop dimulai dengan penjelasan dari Pak Agus Salim tentang sejarah
kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan yang berlangsung selama kurang lebih
15 menit. Lalu dilanjutkan oleh Pak Nurabdiansyah Ramli tentang pengalaman
beliau ketika mengikuti program pertukaran seniman antara seniman dari Makassar
dan seniman Aborigin dari Yirrkala. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi pertanyaan
yang memantik pertanyaan tentang kelima gender yang disinggung dalam
presentasi Pak Agus Salim. Pertanyaan selanjutnya diberikan kepada Pak
Nurabdiansyah Ramli terkait kolaborasi karya yang akan dilakukan oleh para artis
dari kedua negara. Diskusi berjalan cukup intens setelah muncul pertanyaan-
pertanyaan lanjutan dari beberapa mahasiswa terkait program pertukaran seniman
tersebut.

WhatsApp Image 2019-02-03 at 12.37.14 PM(1)
Suasana tanya jawab saat workshop

Pengenalan tentang museum dimulai dengan pengenalan staf dari Museum
Kota yang pada saat itu hadir. Lalu dilanjutkan dengan pengenalan koleksi-koleksi
yang ada di museum seperti sejarah singkat dari kerajaan Gowa-Tallo, koleksi-
koleksi dari zaman VOC, hingga koleksi dari tembikar-tembikar yang merupakan
hasil dari suatu hubungan antara orang Sulawesi Selatan dan Aborigin. Setelah
pengenalan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan workshop melukis. Mahasiswa dan
staf akademik yang berkesempatan melukis cukup antusias terlebih setelah melihat
hasil hasil karya yang dibuat oleh Pak Zaenal Beta.

WhatsApp Image 2019-02-03 at 12.36.40 PM
Workshop melukis dengan tanah liat di lobby museum

Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan oleh pihak Rumata
kepada dosen dari Flinders University dan dari Flinders University kepada Ibu Nunu
selaku perwakilan dari Museum Kota, Pak Nurabdiansyah Ramli dan Pak Zaenal
Beta. Terakhir dilakukan foto bersama seluruh yang terkait dalam kegiatan ini.