FACES

FACES

“FACES”  wajah-wajah dalam fotografi.

Pameran karya Sofyan Syamsul dan koleksi Japan Foundation Jakarta.

What difference does it make who said it? It could’ve been, uh, it could’ve been him, it could’ve been Gandhi, it could’ve been Buddh

a, it could’ve been Spooda, it could’ve been your daddy, it could’ve been your mama, it could’ve been your uh-uh, it could’ve been your huh-huh… What difference, man? Dialogue from FACES, a film by John Cassavetes 1968

Pemikiran  mengadakan pameran ini adalah sederhana, kami ingin mengenang wajah.  Kami bekerja dengan banyak sekali orang-orang berbakat dan berdedikasi dalam dunia film dan ada seorang pemotret yang  merekam wajah wajah ini selama hampir 5 tahun terakhir. Sofyan melakukan sesuatu yang lebih jauh dari sebuah pendokumentasi visual. Ia merekam berbagai perasaan para subyeknya tentang keberadaannya di kota ini.

Pada saat yang sama kami bekerja sangat dekat dengan Japan Foundation dalam wilayah pertukaran kebudayaan. Melalui beberapa teman di Japan Foundation kami menemukan serangkai foto Wajah wajah Jepang yang tersimpan dengan cukup baik di arsip mereka.

Foto foto ini menyimpan terlalu banyak cerita, mungkin dibuat di awal tahun 80’an dengan tujuan yang juga kompleks. Sedikit sekali catatan yang tersimpan darinya kecuali nama panggil dari sang fotografer. Foto ini dibuat dalam teknis dokumenter yang memukau, ada kejujuran dan kedekatan antara subyek dan pemotret, ia bercerita dan melihat dalam.

Karya potret dalam pameran ini membantu kita melihat dunia yang kita hidupi melalui wajah wajah yang ada di dalamnya.

Dari Jepang dan Indonesia, foto wajah wajah  dalam pameran ini menunjukkan pada kita keselarasan kemanusiaan, yang adalah ujung dari semua kerja kesenian..

Mari kita lihat mereka berinteraksi dan mencatat koneksi ini dengan kepekaan.

RUMATA’ ARTSPACE

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *