Salah satu program tahunan Rumata’ ArtSpace, yakni Makassar International Writers Festival (MIWF) telah merilis tema festival tahun 2021, yakni Anthropause. Anthropause merupakan istilah yang baru diungkapkan di tahun 2020 yang menggambarkan jeda yang dilakukan manusia untuk menghentikan penyebaran covid-19. Festival tahun ini rencananya akan dilaksanakan bulan Juni 2021 setelah di tahun sebelumnya, MIWF menunda penyelenggarannya. Tema MIWF pertama kali dirilis bertepatan dengan hari kartini, di mana 90% volunteer MIWF dikerjakan oleh perempuan. Lily Yulianti Farid selaku direktur MIWF menuliskan gagasannya mengenai tema festival tahun ini. Selengkapnya boleh dibaca di bawah ini:

Ibu Kartini yang baik,

Di hari kelahiranmu kami ingin mengabarkan bahwa sebuah festival penulis bernama Makassar International Writers Festival, yang penggeraknya adalah 80% perempuan, dan yang mengusung prinsip “no all-male panels” akan kembali digelar, setelah sempat tertunda tahun lalu akibat pandemi.

Pemikiran-pemikiranmu menjadi salah satu sumber energi dalam merawat festival yang telah menjadi platform pertukaran pengetahuan dan gagasan selama 10 tahun terakhir ini.

Sama seperti dirimu yang tak pernah berhenti bertanya dan menggugat, sama seperti dirimu yang selalu menyuburkan rasa ingin tahu dan tak berhenti mereka-reka keterikatan dan keterkaitanmu dengan dunia di luar sana, kami melakukan hal yang sama sembari membayangkan Makassar, sebagai titik berangkat dalam memulai dan mengembangkan percakapan-percakapan yang jernih dan kritis.

Kami merayakan hari kelahiranmu dengan memperkenalkan tema festival tahun ini: ANTHROPAUSE – sebuah istilah baru yang lahir pada tahun 2020, yang menggambarkan jeda besar-besaran yang terpaksa dilakukan manusia dalam upaya menekan penularan Covid-19 yang telah menelan korban 3 juta jiwa, secara global.

Dulu Ibu Kartini dipingit oleh tradisi yang patriarkis, tapi dengan berani Ibu berteriak, “Jangan kau rampas penaku!”

Sekarang kami juga dipingit karena pandemi, sambil memikirkan siasat untuk bertahan. Siapa yang lebih merana di tengah bencana seperti ini? Laki-laki atau perempuan? Siapa yang lebih mudah menjangkau pelampung saat kapal karam? Si Kaya atau Si Miskin? Kami akan angkat suara dan menggerakkan pena, menelusuri kembali pikiran-pikiran berani dari pendahulu kami, sebagai bahan untuk membangun pandangan-pandangan baru di tengah dunia yang berubah, di tengah situasi Anthropause.

Kami berterima kasih atas pikiran dan gagasanmu. Intelektualisme dan kemanusiaanmu adalah cahaya yang menerobos masuk di ruang kesadaran kami, yang kini terus bersiasat dan terus mengerahkan akal budi di tengah jeda massal yang dilakukan umat manusia.

– Lily Yulianti Farid
Pendiri/Direktur MIWF

__

One of Rumata’ ArtSpace’s annual programs, namely the Makassar International Writers Festival (MIWF), has released the theme of the festival in 2021, called Anthropause. Anthropause is a term that was only revealed in 2020 to describe the pause that humans have taken to stop the spread of Covid-19. This year’s festival is planned to be held in June 2021 after MIWF’s postponement in 2020. The MIWF theme was first released to coincide with Kartini Day, where 90% of MIWF volunteers were women. Lily Yulianti Farid, as the director of MIWF, wrote her ideas about the theme of this year’s festival. More on her ideas below:

Dear Kartini,

On the day of your birth, we would like to announce that a writers’ festival called the Makassar International Writers Festival, whose participants are 80% women, and which carries the principle of “no all-male panels”, will be held again, after being delayed last year due to the pandemic.

Your thoughts have become a source of energy to care for the festival, which has become a platform for exchanging knowledge and ideas for the past 10 years.

Just as you never stopped asking questions and making demands, just as you always nurtured your curiosity and didn’t stop looking for links and connections with the world outside, we are doing the same thing while imagining Makassar as a starting point for developing clear and critical conversations.

We are celebrating your birthday by introducing the theme of this year’s festival: ANTHROPAUSE – a new term, born in 2020, which describes the massive pause that humans have been forced to make in an effort to suppress the spread of Covid-19 which has claimed 3 million lives globally.

Previously, you, Ibu Kartini, were confined by patriarchal traditions, but you bravely shouted, “Don’t take my pen away from me!”

Now we are also experiencing seclusion because of the pandemic, while thinking of tactics to survive. Who is more miserable in the midst of a disaster like this? Men or women? Who, when a ship is shipwrecked, finds it easier to reach the safety of floatation devices? The rich or the poor? We will raise our voices and move our pens, retrace the bold thoughts of our predecessors, as materials for building new views in the midst of a changing world, in the midst of this Anthropause.

We thank you for your thoughts and ideas. Your intelligence and humanity are the lights that illuminate our consciousness, which we are now continuing to develop together and continuing to exercise our minds in the midst of the mass pause currently being carried out by mankind.

– Lily Yulianti Farid Founder / Director of MIWF

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *