Sesi pertama hari pertama dibuka dengan mendiskusikan lebih dekat tentang identitas Indonesia Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, tepatnya di kanal youtube Rumata’ ArtSpace dan di Rumata’ ArtSpace sendiri. Diskusi  dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2022 yang dibawakan oleh  Evi  Mariani selaku Direktur eksekutif Project Multatuli dan M. Nawir  selaku penulis, peneliti dan pengajar. Kegiatan ini dipandu oleh Rachmat Mustamin selaku programer bacarita digital.

Pada kesempatan kali ini masing-masing pemateri menjelaskan identitas Indonesia timur berdasarkan latar belakangnya. M Nawir atau akrab disapa Awi diberikan kesempatan pertama untuk memaparkan mengenai identitas Indonesia Timur yang diangkat sebagai nama program ini yaitu bacarita digital. Kemudian Evi Mariani melanjutkan pembahasan mengenai tantangan media informasi di era digital.

Sejalan dengan segmentasi lokakarya bacarita digital yaitu, ditujukan kepada peserta yang tinggal di wilayah timur Indonesia. Pemateri menjelaskan mengenai identitas ketimuran yang dimiliki dan hal-hal yang harus dilakukan. Pemberian materi ini sebagai pengantar bagi peserta untuk mengenali kekhasan, keunikan Indonesia Timur  dalam budaya. Pembahasan ini juga sangat diperlukan untuk memperkenalkan bahwa sejatinya kebudayaan orang-orang timur sangat dekat dengan sastra lisan atau kebiasaan bertutur. Sebaiknya kebiasan ini diteruskan oleh generasi saat ini untuk mentransformasikan nilai-nilai tersebut sebagai kesempatan untuk memproduksi wacana kebudayaan di hari ini,  masa lampau maupun masa depan dengan menggunakan medium digital yang kontekstual dan dibaca lebih cepat mendistribusikan pengetahuan. 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *