Oleh Wilda Yanti Salam, Konsultan Fasilitator CREATE di Sulawesi Selatan.

__

Pada 6-7 Agustus 2022 lalu, berlangsung kegiatan Perkenalan Residensi “Di Luar Jam Sekolah” CREATE 2022. Kegiatan ini merupakan tahapan awal dari rangkaian kegiatan residensi yang akan berlangsung hingga pertengahan September 2022 mendatang.

CREATE Activity For Students“Residensi: Di Luar Jam Sekolah” adalah kegiatan belajar bersama di komunitas seni yang ditujukan untuk siswa-siswi SMA/MA sederajat dari sekolah mitra CREATE di Gowa dan Makassar. Dalam pelaksanaanya, para peserta akan secara langsung mengalami praktik dan aktivitas komunitas yang menjadi lokasi residensinya. Selama proses itu pula, mereka juga difasilitasi untuk memikirkan fokus isu/topik yang nantinya akan dipresentasikan dalam bentuk karya atau aktivitas seni.

Creative Youth for Tolerance (CREATE) atau Kreativitas Anak Muda untuk Toleransi adalah sebuah inisiatif sosial yang didesain untuk meningkatkan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman di sekolah melalui pendekatan berbasis seni dan budaya. Program ini berupaya mempromosikan toleransi dan pluralisme kepada siswa sekolah menengah atas dan anak muda melalui peran guru dan orang tua.

Kegiatan pembuka ini diikuti oleh 21 peserta dari Gowa dan Makassar. Pada hari pertama, peserta diajak untuk mengenal Pendidikan Alternatif dan Pendidikan Di Luar Sekolah melalui sesi yang difasilitasi oleh Fitriani A Dalay yang juga menjadi kurator untuk residensi ini. Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi Mengenal Lebih Dekat Residensi “Di Luar Jam Sekolah” untuk mengajak peserta bisa mengenal program yang sedang mereka jalani. Dan sesi terakhir, berlanjut dengan Perkenalan Komunitas yang berlangsung dengan menghadirkan perwakilan dari komunitas yang akan menjadi lokasi residensi peserta, yakni Tanahindie, Kedai Buku Jenny dan Siku Ruang Terpadu.

Pada hari kedua, sesi berlangsung dengan lebih banyak ice breaking dan mengajak peserta untuk saling berkenalan melalui permainan-permainan. Sesi pertama dimulai dengan tema Mengenal Diri di mana peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3-4 orang. Di dalam kelompok ini, peserta distimulasi untuk menceritakan hal-hal yang ia anggap sebagai potensi dan kekurangannya juga cerita-cerita personal untuk lebih mengenali dan mengidentifikasi lokasi komunitas mana yang kiranya tepat untuk menjadi lokasi residensi mereka. Setelah itu, peserta diajak mempresentasikan hasil diskusi di kelompok kecilnya di depan teman-temannya. Setelah makan siang, sesi dilanjutkan dengan membagi peserta ke komunitas masing-masing dan perkenalan panjang dua hari itu pun ditutup dengan foto bersama. Setelah ditutup, peserta dan perwakilan komunitas lokasi residensi berbincang dan berkenalan lebih jauh lagi dan berjanji temu untuk kegiatan residensi selanjutnya. Sampai Jumpa di agenda Residensi Di Luar Jam Sekolah selanjutnya!

Program ini diselenggarakan oleh konsorsium (kelompok yang bekerja sama) yang dipimpin oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (YHIS) dan beranggotakan Pamflet Generasi, Yifos, Cmars, serta LAPAR, dan didukung oleh United States Agency for International Development (USAID).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *