Oleh Imam Khomeiny

Pada 2014 lalu, Vonis Media bersama dengan Rumata’ ArtSpace menggelar sebuah music showcase bertajuk ‘Bunyi Bunyi Perhalaman’ yang diagendakan secara simultan, sebagai bentuk respon atas situasi dan kondisi musik di kota Makassar yang pada era itu semakin berkembang dan beragam. Tidak hanya bertemakan hiburan dan pertunjukan musik saja, semangat utama dari Bunyi Bunyi Perhalaman adalah menghadirkan ruang untuk berdialog tentang musik dan berbagai macam hal di dalamnya, seperti diskusi seputar karya, ide atau gagasan dalam bermusik, dan menitik beratkan para musisi di dalamnya untuk lebih leluasa berbagi karya dan ide mereka ke dalam ruang yang lebih terbuka, interaktif dan santai. Selain menyajikan musisi, acara tersebut juga menghadirkan seniman visual seperti perupa, pelukis, graffiti, videomap, animator dan lainnya untuk berkolaborasi dan tampil bersama musisi yang bersangkutan, juga ada lapakan rilisan fisik dari berbagai macam jenis musik.

Digelar perdana pada 9 Maret 2014, hingga 21 Juni 2015, Bunyi Bunyi Perhalaman telah menyelesaikan 10 edisi showcase dan  1 edisi khusus, dengan musisi yang berbeda di tiap edisinya. Dari total 11 edisi yang  telah digelar, 4 showcase di antaranya tergelar di tahun 2014 dan sisanya digelar di tahun 2015. Para musisi yang mengisi edisi-edisi showcase tersebut adalah Diantra Safitri Irawan, Tragic Soundsystem, Dg. Sese Lawing, Theory Of Discoustic, Urban Eggs, Mixomata, Basri B. Sila, Terts, Rizcky DeKeizer, Melismatis, Yohan C Tinungki dan Imran Melulu.

Hingga di tahun 2016 tepatnya pada tanggal 13 Desember, Bunyi Bunyi Perhalaman kembali dengan  menghadirkan sebuah konser dan album kompilasi sebagai penanda babak akhir dari perjalanan 11 edisi showcase mereka. Musisi yang masuk dalam album kompilasi dan terlibat dalam konser Bunyi Bunyi Perhalaman ini adalah musisi lintas genre dan lintas generasi. Mulai dari musik Etnik, DJ, Perkusi, Jazz, Pop, hingga Eksperimental. Track-track yang ada dalam album tersebut adalah musik-musik yang mewakili identitas bermusik mereka. Secara keseluruhan membuktikan bahwa musisi-musisi ini memiliki prinsip dalam berkarya. Prinsip-prinsip di luar baku, melampaui batas dan di luar jalur mainstream. Berkonsep ‘Pameran Bunyi’, konser Bunyi Bunyi Halaman melibatkan 9 musisi atau kelompok musik yang berpindah-pindah ruang untuk memainkan musiknya, sesuai dengan konsepnya masing-masing. Ada yang bermain di dalam galeri, taman, jalanan, hingga ke dalam dapur. 9 musisi yang terlibat itu adalah Basri Sila, Myxomata, Terts, Rizcky DeKeizer, Yohan Tinungki, Urbaneggs, Fami dan Sese Lawing. Sepanjang tahun-tahun itu, seluruh edisi pagelaran Bunyi Bunyi Perhalaman diselenggarakan di Rumata’ ArtSpace.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *