LFM UNHAS, Makassar – Unit Kegiatan Mahasiswa Liga Film Mahasiswa Universitas Hasanuddin menggelar acara screening film bertajuk “Bioskop Kampus 2022” pada Sabtu – Minggu 27-28 Agustus 2022. Acara ini diselenggarakan untuk menyajikan wadah apresiasi kepada karya – karya anak muda makassar dalam bidang perfilman.

Acara ini diadakan di Rumata’ Artspace dan dihadiri oleh kurang lebih 300 orang saat berlangsungnya acara. Acara ini dilakukan dengan tujuan sebagai ajang apresiasi kepada karya sineas muda Makassar serta sebagai ajang temu sapa serta ajang silaturahmi untuk saling bertukar pikiran dan ide di dunia perfilman Makassar.

Kegiatan ini diikuti total 14 film yang mendaftarkan dirinya untuk diputar pada kegiatan ini akan tetapi dikurasi hingga terpilih 7 film antara lain, “Taste of Forgiveness”, “Play Again”, “Tante Linda”, “Bersua”, “Hujan Berhenti Hari Ini”,serta “Colorama” yang dianggap sebagai Official Selection Bioskop Kampus 2022 dengan melalui tahap kurasi oleh kurator-kurator yang diundang pada Bioskop Kampus 2022. Selain film yang disebut, terdapat pula film film yang secara khusus diundang untuk diputar di program Bioskop Kampus 2022 ini yaitu, “Rindu Tenggelam” karya Magung Budiman serta “A Daughter’s Lullaby” karya Gisela Levy.

Kegiatan Bioskop Kampus tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya Bioskop Kampus hanya memutarkan film karya LFM sendiri dan ditampilkan di Fakultas- Fakultas yang ada di Unhas. Namun tahun ini karya film yang ditampilkan melibatkan para sineas lokal dan masyarakat dalam penayangan dan proses apresiasinya.

Selain itu, bintang utama dalam pemutaran film pada Bioskop Kampus ini yaitu diputarkannya film karya Liga Film Unhas dengan judul “Pentas Diam” yang mengangkat tema pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Riuh tepuk tangan penonton pecah setelah menonton film menunjukkan antusiasme yang besar

Andika Catur selaku ketua panitia menyampaikan bahwa ia berharap dari kegiatan ini akan lebih banyak lagi orang orang yang secara aktif, ikut andil dalam perkembangan dunia perfilman khususnya di Makassar.

Tak hanya itu, ia juga berharap agar LFM UH sendiri akan lebih dikenal secara umum sebagai salah satu penggiat film aktif di Makassar dan lebih banyak lagi memberikan kontribusi di dunia perfilman.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *