Oleh: Ahmad Muzzammil dan Wahyuni, Students of English and Literature Department at UIN Alauddin Makassar | English Version Below

Makassar International Writers Festival (MIWF)  yang diadakan oleh Rumata’ Artspace dengan tema “Awakening” pada 23-26 Juni 2022 lalu memiliki kesan tersendiri bagi Ahmad Muzammil dan Wahyuni (Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Makassar/UINAM) mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proyek kolaborasi bersama Evelyn Lee, mahasiswi jurusan Creative Writing and Literature, Swinburne University of Technology Australia.

Proyek yang dilatarbelakangi keresahan akan kurangnya sumber literasi terutama cerita rakyat daerah. Proyek ini merupakan kolaborasi menulis dengan menitikberatkan pada cerita rakyat daerah yang tidak terkenal atau belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. 

Proyek ini menghasilkan 15 cerita rakyat dari mahasiswa. Mereka antusias mengikuti proyek ini karena ini menjadi ajang pertama untuk menulis dan  langsung berkolaborasi dengan mahasiswi luar negeri yang tentu akan menawarkan sisi menarik dan tantangan tersendiri. Diawali dengan diskusi online di bulan Juli 2022 lalu bersama bersama Evelyn Lee yang membahas hal-hal yang dilakukan dalam pencapaian target proyek ini. 

Berikutnya peserta mulai melakukan pengumpulan cerita. Di tahap ini, peserta mengumpulkannya informasi melalui kegiatan wawancara di lapangan ataupun mengingat kembali cerita yang telah menjadi cerita turun temurun yang telah mereka dapatkan sejak kecil. Terbatasnya sumber data tidak menjadi penghambat bahkan menjadi penyemangat dalam prosesnya, peserta menemukan berbagai ragam jenis cerita yang terjamin kredibilitasnya. Tidak hanya itu, peserta berhasil dibuat bernostalgia dengan cerita-cerita yang  telah   menemani masa kecil dan sedikit banyak sangat memengaruhi nilai-nilai kehidupan yang mereka anut hingga kini.

Proyek ini merupakan  inovasi baru dan berbeda dari produk lainnya dalam lingkup jurusan, mengapa? Hal ini disebabkan cerita-cerita yang diangkat tetap mempertahankan keaslian atau kekhasan dari setiap daerah sehingga pembaca tidak hanya disuguhkan cerita yang menarik tetapi juga gambaran budaya serta bahasa yang beragam. 

Setelah proses pengumpulan cerita, berikutnya adalah mentoring session. Mentoring session ini menjadi sesi yang sangat penting dalam proyek ini, bertujuan agar peserta mampu meramu cerita yang layak untuk dibaca. Sesi ini dipandu oleh Nurul Al-Marwah dan Evelyn Lee yang memberikan banyak cakrawala baru dalam proses penyusunan cerita. Proses mentoring ini dilakukan dengan cara seluruh peserta mengumpulkan cerita yang telah mereka edit dalam dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Mentor akan memberikan respons terkait cerita yang telah mereka kirimkan.  

Tidak hanya menjadikan cerita menjadi lebih menarik, proses mentoring ini ternyata  memberikan banyak pengalaman baru kepada peserta. Proyek kolaborasi yang hadir pasca-pandemi layaknya “angin segar” dengan berbasis  pada kegiatan menulis dan berkolaborasi dengan mahasiswa asing yang tentu mengingatkan kembali citra diri mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Tahap ini memberikan berbagai sudut pandang baru terutama dalam proses editing ke dalam Bahasa Inggris terkhusus bagaimana cara menghidupkan cerita namun tetap sesuai dengan kaidah kebahasaan maupun budaya sehingga maknanya dapat diterima oleh pembaca yang merupakan penutur Bahasa Inggris.  

Lebih lanjut, proses mentoring ini juga menjadi ajang untuk mengasah soft skills peserta. Bagaimana membangun komunikasi yang baik dan profesional menjadi soft skills pertama yang sangat terasah. Jika selama ini peserta menggunakan fitur komunikasi yang biasa saja saat menjalin interaksi dengan teman-teman, maka di proyek ini peserta berkomunikasi dengan mahasiswi luar negeri dengan menggunakan fitur g-mail yang selama ini jarang digunakan. Kedua bagaimana mengatur waktu agar peserta terbiasa untuk mengikuti online meeting serta mengumpulkan hasil editing sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak dimungkiri dalam pelaksanaan proyekini berbagai hambatan, berupa rasa jenuh dalam proses mengedit ataupun telah kehabisan ide. Namun, hambatan ini tentunya dapat teratasi dengan berbagai materi segar yang ditawarkan oleh Evelyn saat online meeting. Evelyn membawakan berbagai materi baru dan beragam yang dikemas dengan presentasi yang apik. 

Selain itu, online meeting yang berlangsung secara interaktif menjadi ruang untuk berbagi dan tular pembelajaran dan pengalaman selama proses penulisan. Sehingga proses ini dapat memulihkan energi dan mengembalikan semangat untuk melanjutkan proses kepenulisannya Proses senantiasa mengajarkan tentang bagaimana kita memilih hasil nantinya. Setelah melalui beberapa tahap dalam proyek ini, peserta berharap semoga hasil dari proyekini atau buku yang nantinya terbit tersebut bisa dibaca secara luas oleh masyarakat. Lebih jauh lagi berharap buku ini nantinya menjadi salah satu penyumbang identitas budaya nasional melalui sumber literasi yang dapat merepresentasikan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. 

Peserta menyampaikan terima kasih terkhusus kepada Makassar International Writers Festival (MIWF) yang telah menghadirkan Evelyn Lee dan mentor Nurul Al-Marwah yang telah memfasilitasi pertemuan peserta dengan Evelyn Lee yang ternyata mengantarkan kami kepada kesempatan besar ini. Terima kasih pula kepada Evelyn Lee untuk seluruh ilmu dan kesabaran yang telah diberikan dalam memandu dan  menyajikan cerita masa kecil peserta untuk menjadi cerita yang bisa dibaca oleh semua orang, dan tentunya ucapan terimakasih yang sangat istimewa untuk Kak Waode Surya Dharma yang telah menjadi fasilitator utama yang telah sabar dalam membantu dan memastikan peserta tetap semangat mengikuti proyek ini hingga akhir yang membuat peserta yakin bahwa menghadiri kelas penerjemahan pada hari itu adalah rangkaian takdir indah yang menghantarkan kami hingga titik ini.  

___

Makassar International Writers Festival (MIWF) was held by Rumata’ Artspace with the theme “Awakening” from 23rd – 26th June 2022 giving a special impression to Muzammil and Wahyuni ( English and Literature students from Alauddin Islamic State University/ UINAM). They had an opportunity to participate in project collaboration with Evelyn Lee, a student majoring in Creative Writing and Literature, at the Swinburn University of Technology Australia.

They were motivated to begin this project by the lack of literacy resources, especially for regional folklore. This writing collaboration emphasizes folktales that are not widely known by the public.

These students produced 15 folktales for this project. They enthusiastically joined the program because it was the first opportunity for them to write and collaborate directly with a foreign student, which offered new perspectives and challenges. This writing collaboration started with an online discussion in July 2022, in which Evelyn Lee discussed with the students on the next steps for completing the project targets.

Then, the students started to collect their stories. In this part, the students collected the stories through interviewing from the field or remembering the stories from their ancestors that they got since they were little. The lack of data was not an obstacle for them but they took it as motivation. The students found various stories that can be authenticated. Furthermore, the students were successfully nostalgic with the stories that accompanied their childhood and more or less greatly influenced the values of life that they have embraced to present.

This project was innovative and different from other projects in the English and literature department. Why? Because the stories which are taken still maintain the originality or the uniqueness of the region where the readers are not only presented with interesting stories but also images of diverse cultures and languages.

After collecting the stories, the next activity is the mentoring session. Mentoring session was influential to this project with the objective that the students can write the stories well. This session was mentored by Evelyn Lee and Nur Al Marwah who brought new perspectives to arranging the stories. The mentoring process is conducted by having the students collect the stories in Bahasa and English versions. The mentors will provide suggestions related to the stories that the students have submitted.

The mentoring process was not only making the stories more attractive but also offering new experiences for the students. The writing collaboration project which started post-pandemic became “refreshing” emphasizing the writing process and collaborating with a foreign student that reflected the image of English and Literature students. This process gave diverse new perspectives about editing in English, in particular how to give life to stories still by linguistic and cultural rules so that their meaning can be accepted by readers who are English native speakers.

Moreover, the mentoring session was also an opportunity to hone the participants’ soft skills. Learning how to build good and professional communication was the first soft skill that was honed. In the past, the students used ordinary communication to communicate with their peers, during this project the students communicated with Evelyn Lee via Gmail – features. Second, the students learned how to manage their time so that they can able to join the online meeting and collect their revised writing according to the schedule. It was undeniable that in the implementation of this project there were various obstacles, in the form of feeling bored or having run out of ideas. However, this obstacle can certainly be overcome with a variety of fresh materials offered by Evelyn during the online meeting. She brought diverse materials that were packaged with a slick presentation.

In addition, the interactive online meeting became the space for sharing and transmitting learning and experiences during the writing process so that this process can restore energy and enthusiasm to continue the writing process. This activity always taught us about how we choose the results later. After going through the mentoring activities, the students hope that the script of folktales or books that have been published will become contributors to national cultural identity through literacy resources that can represent the diversity and richness of Indonesian culture.

The students would like to express their special thanks to Makassar International Writers Festival (MIWF) which brought Evelyn Lee and mentor Nurul Al Marwah who facilitated the students ‘meeting with Evelyn Lee which turned out to be leading us to this great opportunity. Thanks also to Evelyn Lee for all the knowledge and patience that has been given in guiding and presenting the students’ childhood stories to become stories that can be enjoyed by everyone, and of course a very special thank you to Waode Surya Darmadali who became the facilitator who has patiently helped and ensured that the participants remained enthusiastic about following this writing project collaboration until the end which made the participants believed that attending the translation class that day was a series of beautiful destiny that brought us to the point. 

muzzammilazzamrusdi14@gmail.com | wahyuniadrianin@gmail.com 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *