Sahara bersiap untuk bertemu penontonnya. Secara terbatas, film Sahara produksi Flood Media dan Waesinema diputar dan disaksikan bersama para kru di Rumata’ Artspace, Selasa malam, 27 September 2022 lalu. Film yang mengambil latar cerita di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini merupakan karya film panjang perdana sutradara asal Makassar, Zhaddam Aldhy Nurdin. Membuat film tentang anak di pedesaan, mengantarkan pikiran sang sutradara untuk kembali ke masa kecil, bermain dengan teman-teman, sholat berjamaah dan mengaji di mesjid. Film ini memberikan gambaran tentang bagaimana masa kecil kita hidup saling membantu. Meski masalah yang dihadapi Rian sebagai karakter utama dalam film ini, bukan menjadi masalah yang jamak dialami oleh banyak anak, namun di sisi lain, pentingnya keluarga dan sahabat menjadi titik yang kuat dalam menjalani hidup.

Dalam Program SEAscreen Academy 2018 lalu, para mentor yang terdiri dari Produser Muhammad Zaidi, Mira Lesmana, Nan Achnas, Yulia Evina Bhara dan Riri Riza memilih film Sahara ini sebagai “The Most Promising Project” dan berhak mengikuti “Future Project Market” di JAFF 2018 di Yogyakarta. Jogja Future Project menjadi salah satu program yang diunggulkan dari program lainnya di JAFF, dengan juri sutradara Angga Sasongko, Eddie Cahyono, dan produser Meiske Taurisia.

Perjalanan Panjang proses pembuatan film ini, akhirnya di tahun 2022 bersiap untuk ditayangkan. Penasaran? Berikut sinopsisnya:

Rian dan keluarganya harus merelakan Sahara akibat lilitan utang sejak kepergian sang ayah, karena hanya Sahara-lah satu-satunya aset, agar keluarganya bisa tetap tinggal di rumah. Atas permintaan Pak Sulaiman, pemilik Sahara yang baru, Rian bisa tetap menjaga Sahara meski bukan miliknya lagi. Naasnya, Sahara hilang! Petualangan Rian bersama empat sahabatnya Bahar, Ayos, Marni dan Jodi, mencari Sahara dimulai.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *