MAKASSAR,- Memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober, sebuah pameran seni rupa bertajuk Revolusi esok Pagi (REP) akan digelar di Rumata’ ArtSpace. Kegiatan yang direncanakan berlangsung 3 hari yakni 28-30 Oktober 2022. 

Pameran yang mengangkat tema REPUBLIK ini akan diikuti 26 perupa dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Hal ini dipastikan setelah penyelenggara mengadakan pertemuan di Sombala Art, Kamis, 20 Oktober, yang membahas kesiapan teknis peserta pameran bersama penyelenggara dan pihak Rumata’ ArtSpace yang mendukung ruang penyelenggaran pameran REP.

“Revolusi Esok Pagi tahun ini bertepatan hari sumpah pemuda 28 Oktober. Pameran ini memanfaatkan momentum itu sebagai upaya kontribusi kesenian pada hari sumpah pemuda. Spirit dari sumpah pemuda itulah yang akan kami ambil untuk mengaitkan pada tema pameran ‘Republik’ tahun ini,” Ujar Ashabul Kahfi, selaku Manajer Pameran.

Beberapa kegiatan selain pameran lukisan dari 26 perupa sebagai acara utama juga digelar beberapa kegiatan seperti talkshow membahas isu-isu sosial politik dan manajemen kesenian, ‘artis talk’ yang akan mengajak pengunjung ngobrol langsung bersama para perupa mengenai proses kreatif serta karya yang dipamerkan. Serta mengisi aktivitas malam dengan beberapa pertunjukan musik akustik, sastra, dan pemutaran film.

Sementara yang menarik pula adalah pembukaan pameran, Jumat 28 Oktober, seusai sholat Jumat akan menggelar sebuah stadium general bertema “Posisi Kesenian dalam Hubungan Negara dan Publik”, dan Performance Art yang digarap Alif Anggara bersama kelompok Sombala Art. Di hari terakhir dalam rundown acara, direncanakan penampilan pantomim dari komunitas 4 Titik yang merupakan kelompok seni anak-anak muda difabel tuli-bisu. Selain lukisan ada sebuah karya instalasi dari Yaya dan karya ‘video mapping’ dari Danar.

“Untuk lukisan akan didisplay dalam ruang gallery Rumata’ Artspace, sementara untuk panggung akustik, baca puisi, talkshow dan seniman wicara akan memanfaatkan halaman belakang  Rumata’ juga sebuah karya instalasi seni rupa juga dipajang di halaman belakang,” jelas Alif Aflah Yafie selaku manager artistic. 

Pihak penyelenggara berharap pameran seni rupa ini bisa mencapai tujuannya dengan menjadi ruang bertemu para perupa dan publiknya juga sarana pertemuan dan informasi buat karya perupa dan kolektor seni. Karenanya penyelenggara membuka untuk umum dan gratis acara ini.

REP tahun 2022 merupakan tahun ketiga setelah REP pertama tahun (2020) yang menggagas tema, “Nelayan & Petani” dan tahun kedua (2021) bertema “Persimpangan”. Penyelenggara pameran REP ini sendiri adalah Artifact, Kelana Artspace, Merupa, dan didukung penuh oleh Rumata’ ArtSpace. Beberapa tokoh politik, akademisi, budayawan, pekerja seni, perupa, hingga aktivis NGO serta kolektor dan pengusaha mengkonfirmasi akan hadir.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *