Yayasan Babasal Mombasa secara resmi telah merilis tema Festival Sastra Banggai (FSB) 2022 beberapa waktu lalu. 

Rencananya, Festival Sastra Banggai akan dilaksanakan pada 24 November 2022 hingga 27 November 2022 yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Luwuk, Kabupaten Banggai. 

Direktur Festival Sastra Banggai, Ama Achmad, mengatakan, tema pada tahun 2022 ini adalah Tautan Keenam: Mengungkai Acak, Menyimpul Padu. 

“Frasa ini diambil dari filosofi Montolutusan yang secara harfiah berarti persatuan dan persaudaraan,” tutur Ama Achmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 1 November 2022.

Ama, menerangkan, pemaknaan tema ini merupakan kesadaran kritis sebagai warga yang bermukim di Tano Babasalan (Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio) yang memiliki keterikatan historis dan emosional.  

“Nilai-nilai persaudaraan menjadi sangat penting untuk dijaga. Persaudaraan dapat dimaknai sebagai Kesatuan—sebagai darah yang menyatukan laut dan darat,” jelas dia. 

Selain itu, montolutusan atau persaudaraan dimaknai juga sebagai identitas. Ikatan Banggai Bersaudara terbentuk oleh relasi historis dan solidaritas yang dirawat, selanjutnya kehidupan dalam segala aspeknya tumbuh dan bertaut. 

Montolutusan menunjukkan identitas budaya dan jati diri komunal serta personal orang di Tano Babasalan. Dari dalam diri dan melalui masa lalu, persaudaraan melekat, padu, dan tersimpul. 

Montolutusan adalah perspektif yang baik untuk melihat, menimbang, dan merefleksikan persaudaraan Banggai Bersaudara dalam simpul Babasalan.

“Tautan Keenam akan membahas isu-isu budaya, literasi, sastra, serta pangan untuk masa kini dan masa depan,” papar Ama. 

Dengan memanfaatkan karakter lokal dan unsur-unsur vernakular (isu, dongeng, mitos, urban, legenda), lingkungan, sistem berpikir serta rasa yang khas di Tano Babasalan, Festival ini membentangkan refleksi yang lebih luas.

Terutama tentang keterlibatan karya sastra, penulis, pegiat literasi, peneliti, akademisi, media dan terutama masyarakat dalam merespons isu pangan dan budaya.

Logo Festival Sastra Banggai

Yayasan Babasal Mombasa sebagai penyelenggara Festival Sastra Banggai 2022 juga menempatkan logo yang memiliki filosofi. 

Ama, menerangkan, terdapat 8 objek dalam tema Festival Sastra Banggai tahun 2022, mulai dari buku, air terjun, rumput laut, pohon kelapa, Gunung Tompotika, dan matahari terbit.

“Pemilihan objek buku dengan air terjun yang mengalir melambangkan potensi sastra dan literasi yang terus berkembang,” katanya.

Adapun perahu dan ombak dalam objek logo Festival Sastra Banggai 2022 memaknai identitas Tano Babasalan (Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio) sebagai daerah pesisir.

Sementara rumput laut dan pohon kelapa, kata Ama Achmad, mewakili kekayaan alam yang melimpah. 

“Burung Maleo dan Ikan Kardinal menjadi simbol keberagaman dan identitas Tano Babasalan,” tuturnya.

Dalam tema Festival Sastra Banggai 2022 juga terdapat Gunung Tompotika dan matahari terbit yang berada di sampul buku. Itu mewakili keindahan alam Tano Babasalan sebagai wilayah paling timur di Pulau Sulawesi.

“Pemilihan warna dalam ilustrasi yang menjadi simbol dari tema festival kali ini terinspirasi dari empat warna yang mewakili masing -masing suku di Tano Babasalan. Merah muda untuk Banggai, hitam untuk Balantak, kuning untuk Saluan dan hijau untuk Andio,” terangnya.

Ama Achmad mengungkapkan, sejumlah pembicara akan datang secara langsung ke Luwuk, Kabupaten Banggai untuk berdiskusi di kelas-kelas yang juga berada di RTH Teluk Lalong.

Pelaksanaan Festival Sastra Banggai 2022 pertama kali dilaksanakan secara offline,  setelah dua tahun sebelumnya dilakukan virtual dan hybrid karena pandemi Covid-19. 

Ama dan Yayasan Babasal Mombasa sangat mengapresiasi Dana Indonesiana Kemendikbudristek dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu yang telah mendukung pelaksanaan Festival Sastra Banggai tahun ini.

Meski nun jauh di Indonesia Timur, Festival Sastra Banggai yang telah dilaksanakan sejak 2017 mendapat perhatian luas, termasuk Dana Indonesia dan LPDP.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *