Universitas Monash, Indonesia, Bumi Serpong Damai City, Jakarta

Museum Seni Universitas Monash | MUMA dengan bangga mengumumkan akuisisi karya seni terbarunya yang dikerjakan oleh seniman asal Makassar, Adi Gunawan.

Pada tahun 2020, Pusat Studi Masyarakat Adat Universitas Monash meluncurkan proyek penelitian bertajuk Global Encounters & First Nations Peoples: 1000 Years of Australian History. Proyek lima tahun yang didanai Australian Research Council dan dipimpin oleh Profesor Lynette Russell AM untuk mengeksplorasi pertemuan antara masyarakat adat Australia dan penjelajah laut selama satu milenium. Dengan tujuan menyusun kembali peran bersejarah Australia dalam eksplorasi global, secara inovatif, melalui inisiatif lintas-disiplin yang memiliki potensi mempengaruhi perdebatan yang sedang berlangsung mengenai identitas nasional Australia dan kebutuhan mendesak akan rekonsiliasi dengan Suku Bangsa Pertama di Australia.

Dalam merayakan proyek penting ini dan fokusnya pada hubungan berabad-abad antara suku Aborigin atau suku asli Australia dan para pelaut Makassar (sekarang ibu kota provinsi Sulawesi Selatan Indonesia), Monash Indonesia, Global Encounters Monash University dan Monash University Museum of Art (MUMA) telah mengakuisisi sebuah karya seni dari seniman Adi Gunawan yang tinggal di Makassar. Seniman pemenang penghargaan yang terkenal dengan mural yang begitu kaya akan warna dan proyek kolaborasinya. Karya tersebut dibuat di atas delapan relief monokrom yang berjudul ‘Sharing the Sunset’, menggambarkan persahabatan yang hangat antara orang Makassar dengan orang-orang Yolnu yang berasal dari timur laut Tanah Arnhem.

Selama berabad-abad, para pelaut Makassar—pengumpul teripang dari perairan pesisir— memanfaatkan angin musiman untuk bolak-balik ke Australia dari tempat yang sekarang dikenal sebagai Sulawesi. Lagu spiritual orang-orang Yolnu menceritakan tentang awan yang muncul di cakrawala—penampakan di tahun pertama berlayarnya pelaut-pelaut Makassar. Beberapa bahasa Makassar telah diangkat ke dalam bahasa Yolnu dan dijabarkan kedalam kosakata. Dalam beberapa kasus, termasuk memiliki hubungan antar keluarga. Baru sekitar satu generasi yang lalu orang-orang Yolnu menyusuri pantai dengan sampan, beberapa dilengkapi dengan layar bergaya Makassar.

Sharing the Sunset dikandung oleh Gunawan selama program pertukaran seniman Trading Cultures Artist Exchange (2018–19). Dipimpin oleh Richard Frankland (seorang musisi Gunditjmara, penulis, pembuat film dan mantan Kepala Wilin Center for Indigenous Arts and Cultural Development di University of Melbourne) bekerja sama dengan Lily Yulianti Farid (co-founder dan co-director Rumata’ ArtSpace di Makassar), proyek ini bertujuan untuk memperkuat koneksi antar wilayah dan diprakarsai oleh Australia-Indonesia Centre.

Trading Cultures Artist Exhange yang berlangsung selama dua tahun melibatkan para seniman Adi Gunawan, Nurabdiansyah dan Muhammad Rais dari Rumata’ ArtSpace (Makassar) dan Barayuwa Munungurr, Arian Pearson dan Dion Marimunuk Gurruwiwi dari Buku-Larrngay Mulka Centre (Yirrkala). Para peserta bertemu di Makassar, Darwin dan Yirrkala untuk mengeksplorasi budaya dan identitas lokal, bertukar pikiran dan menciptakan karya seni yang responsif.

Akuisisi karya ini adalah salah satu dari sejumlah inisiasi yang telah dimulai MUMA selama bertahun-tahun dalam kemitraan dengan berbagai fakultas di Universitas Monash untuk dipamerkan di lokasi-lokasi kampus. Proyek ini bertujuan melanjutkan kerja sama MUMA dengan Monash Indonesia, yang dimulai pada tahun 2021 menyusul undangan Profesor Andrew MacIntyre, Presiden Monash University Indonesia, untuk mengakuisisi koleksi karya seniman Indonesia kepada kampus pascasarjana Monash yang baru. MUMA bekerja sama dengan konsultan seni yang berbasis di Jakarta/Melbourne, Santy Saptari dalam rangka mengandeng tujuh seniman kontemporer untuk membuat karya baru yang akan dipajang di kampus yang ada di Jakarta. Media yang digunakan para seniman ini bermacam-macam, mulai dari lukisan, fotografi, gambar hingga relief pahatan. Mereka adalah Arum Dayu, Andy Dewantoro, Arwin Hidayat, Maharani Mancanagara, Patriot Mukmin, Prabu Perdana dan Citra Sasmita.

Berlokasi di kampus Caulfield Monash University, Melbourne, Australia, MUMA adalah museum publik dan pusat ide dan pendidikan yang sangat berpengaruh bagi masyarakat di sekitarnya. MUMA adalah pendukung seni inovatif yang diprakarsai model pengajaran, pembelajaran, dan penelitian interdisipliner lintas Universitas.

Universitas Monash, Indonesia, terletak di Bumi Serpong Damai City (BSD) di barat daya Jakarta—bagian dari pusat kota yang berkembang, modern, dan berkelanjutan. Terletak di Green Office Park, kampus dan kantor polisi sangat ramah lingkungan dan membentuk tempat kerja, rekreasi, dan gaya hidup yang semarak.

Karya-karya tersebut sekarang dipamerkan di Monash University, Indonesia: Green Office 9 Building, Jl. BSD Green Office Park, Sampora, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten 15345, Indonesia.

Diterjemahkan oleh: Sydney Sibyl

***

New Artwork Acquisition In Partnership with Global Encounters Monash University

Monash University Museum of Art | MUMA is pleased to announce the major new artwork acquisition by Makassar- based artist, Adi Gunawan.

In 2020, Monash University’s Indigenous Studies Centre launched Global Encounters & First Nations Peoples:

1000 Years of Australian History. The ve-year Australian Research Council–funded project, led by Professor Lynette Russell AM, explores encounters between Australia’s Indigenous peoples and sea voyagers over the course of a millennium. With the aim to recast Australia’s historic role in global exploration, this innovative, transdisciplinary initiative has the potential to impact ongoing debates over Australia’s national identity and the urgent need for reconciliation with First Peoples.

In celebration of this important project and its focus on the centuries-long relationship between Australia’s First Peoples and the sailors of Makassar (now the capital of Indonesia’s South Sulawesi province), Monash Indonesia, Global Encounters Monash University and Monash University Museum of Art (MUMA) have acquired a major artwork by Makassar-based artist Adi Gunawan. An award-winning artist known for his colourful murals and collaborative projects, Gunawan’s eight-panel monotonal relief, Sharing the Sunset, describes the warm friendship between Makassans and the Yolŋu people of north-east Arnhem Land.

Sharing the Sunset was conceived by Gunawan during the Trading Cultures Artist Exchange Program (2018–19). Led by Richard Frankland (a Gunditjmara musician, writer and lmmaker and former Head of the Wilin Centre for Indigenous Arts and Cultural Development at the University of Melbourne) in partnership with Lily Yulianti Farid (co-founder and co-director of Rumata ArtSpace in Makassar), the project aimed to rejuvenate these regional connections and was initiated by the Australia-Indonesia Centre.

The Trading Cultures Artist Exchange Program took place over two years with artists Adi Gunawan, Nurabdiansyah and Muhammad Rais (working with Rumata Artspace) and Barayuwa Munuŋgurr, Arian Pearson and Dion Marimunuk Gurruwiwi (working with the Buku-Larrŋgay Mulka Centre). The participants met in Makassar, Darwin and Yirrkala to explore local cultures and identities, exchange ideas and create responsive artworks.

This major acquisition is one of a number that MUMA has initiated over the years in partnership with different Monash faculties for display in speci c campus locations. It continues MUMA’s work with Monash Indonesia, which began in 2021 following the invitation of Professor Andrew MacIntyre, President of Monash University, Indonesia, to acquire a collection of artworks by Indonesian artists for the new postgraduate campus. MUMA worked with Jakarta/Melbourne-based art consultant Santy Saptari to commission seven contemporary artists to make new works for the Jakarta campus. The commissions represent a broad range of media, from painting, photography and drawing to sculptural relief by artists Arum Dayu, Andy Dewantoro, Arwin Hidayat, Maharani Mancanagara, Patriot Mukmin, Prabu Perdana and Citra Sasmita.

Located on Monash University’s Caul eld campus, Melbourne, Australia, MUMA is a public museum and critically in uential centre of ideas and education for the community. MUMA is a proponent of innovative art-led models of interdisciplinary teaching, learning and research across the University.

Monash University, Indonesia, is located in Bumi Serpong Damai (BSD) City in southwest Jakarta—part of a burgeoning, modern and sustainable city centre. Situated in Green Of ce Park, the campus and precinct are highly environmentally sustainable and form a vibrant place of work, recreation and lifestyle.

The works are now on show at Monash University, Indonesia: Green Of ce 9 Building, Jl. BSD Green Of ce Park, Sampora, Cisauk, Tangerang Regency, Banten 15345, Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *