Yosep Anggi Noen, sutradara film Indonesia yang telah memproduksi film The Science of Fictions berkunjung ke Rumata’ dalam rangkaian kegiatan Japanese Film Festival, tanggal 18-20 November 2022. Di hari pertama, 18 November 2022, dimoderatori Feranda Aries, Anggi Noen memberi kuliah umum mengenai proses produksi film pendek dari perjalanannya dari festival ke festival untuk mendampingi penayangan filmnya, sampai siasat film pendek dari segi gagasan-gagasan yang segar.

“Film pendek punya kekhasan dan keunikan sendiri. Bisa jadi mulai dari ide sederhana. Jangan-jangan ide menarik itu bisa berangkat dari hal-hal yang dekat, yang selama ini jarang kalian temui.” Ungkap Anggi Noen.

Salah satu tantangan yang terus berlangsung ialah ekosistem film pendek. Namun, karena prosesnya selalu berangkat dari komunitas dan akar rumput, film pendek selalu punya relevansi ketika ditayangkan di berbagai program alternatif.

Kegiatan berlangsung pukul 16.00 WITA, meski sebelumnya hujan, tetapi tidak menyurutkan niat para peserta untuk datang menghadiri kuliah oleh Anggi Noen. Bahkan, ada tiga orang peserta yang datang dari komunitas Pitu Sinema Mamuju untuk menyimak kuliah dan berjejaring dengan teman komunitas yang ada di Makassar. Sebab, salah satu pentingnya ekosistem film pendek ialah saling menyimpul dengan jejaring dan bagaimana jejaring itu dapat dimaksimalkan sesuai fungsinya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *