Oleh: Wahyuni, Muhammad Teguh Wererilengi

Mahasiswa Manajemen Bisnis Konvensi dan Perhelatan, Politeknik Pariwisata Makassar membuat gebrakan dengan mengambil bagian dalam pengembangan budaya lokal khususnya kain khas daerah. Gebrakan ini dituangkan dalam pameran kain tradisional dalam tajuk “Panen Wastra Aku Dara”. Selain menjadi tugas akhir para mahasiswa, pameran ini juga dilatarbelakangi wujud saling berbagi edukasi budaya, kampanye gaya, serta wisata yang berbasis kearifan lokal melalui budaya berkain. Tidak berhenti di situ, pameran ini juga diharapkan mampu membantu meningkatkan pendapatan UMKM setempat.

Panen Wastra Aku Dara memamerkan 4 jenis kain yang berasal dari berbagai etnis di Sulawesi Selatan yaitu Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar. Mengusung tema “Local Culture as an Icon of Modernization”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pameran kain namun juga terdapat beberapa kegiatan lain yang sangat menarik antusiasme pengunjung, di antaranya; Workshop Berkain, Dance Cover Competition, Talkshow Edukatif, dan Cultural fashion Show. Workshop yang dilaksanakan membahas topik “Mengkainkan Dunia Melalui Generasi Penerus Bangsa”. Melalui kegiatan ini, diharapkan para generasi milenial dapat menghilangkan stigma bahwa berkain tidaklah modis. Talksow yang diadakan pun menghadirkan pembicara dengan latar belakang yang beragam, yakni; pemerintah, pengrajin kain, serta kaum muda yang membuat kegiatan ini semakin kaya akan sudut pandang.

Kegiatan yang memasang tagline “Berkain Kita Kaya, Berkain Kita Gaya” dengan sukses diadakan pada 3 hingga 4 Desember 2022 di Rumata’ Artspace. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Rumata’ yang telah memberikan kami ruang serta mendukung kami untuk merealisasikan kegiatan ini. Terima kasih juga untuk seluruh panitia, dosen, serta pengunjung yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Berkain tetaplah modis!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *