Oleh: Agus Citra Sasmita

Menuju Hari Film Nasional adalah program penayangan film-film dalam berbagai bentuk, ide, dan narasi,dalam rangka merayakan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret 2022. Program ini bekerjasama dengan Kolektif  yang menginisiasi FMM 2022, dan atas kerja kolaborasi SEAscreen yang berbasis di Rumata’ ArtSpace bersama Kinotika dan Tobaine Project.

Program ini juga mengundang beberapa sutradara yang filmnya diputar untuk mengisi sesi Tanya-Jawab dengan penontonnya. Total 10 film yang ditayangkan pada 26-27 Maret 2022 dan dibagi menjadi 4 slot, diantaranya: Dear To Me, Kisah Cinta Dari Barat, Laut Memanggilku, Lika Liku Laki, A Daughter’s Lullaby, Angpao, Memories of The Sea, A Tale Before Nightfall, The Partian, The Unusual Event: Voices.

Diskusi di hari pertama bersama Alieneta Firdausi dan Sesarini menceritakan proses kreatif film mereka, The Unusual Event: Voices. Alieneta dan Sesarini membuat kolase dari majalah lama kemudian dibuat menjadi stop motion. Menurut mereka, ekosistem Si Tukang Sayur merupakan ide yang muncul untuk menganalogikan kondisi riuh media sosial/dunia digital. Informasi yang berlebihan, kabar tak pasti, dan kebisingan lainnya menyebabkan kebingungan sehingga perlu adanya dorongan untuk memilah dan memilih mana yang baik untuk kita konsumsi. 

Diskusi hari kedua bersama Khozy Rizal (sutradara), Sabri Sahafuddin (pemain), dan Rahman Saade (director of photography) sekaligus menjadi penayangan perdana film Lika Liku Laki di Makassar yang bercerita tentang transisi seorang remaja laki-laki yang menavigasi diri di tengah lingkungannya agar bisa diterima hingga prosesnya tumbuh dan menjadi manusia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.